| Dialog Nasional Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) |
|
| Kamis, 22 September 2011 | |
|
Pada hari rabu tanggal 21 september 2011 Ketua Komisioner, Sekretaris, dan Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Bogor telah mengahadiri kegiatan acara Dialog Nasional dan Pameran Teknologi Menuju Pemilu Elektronik Di Indonesia yang dilakasnakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), acara berlangsung di Auditorium Gedung BPPT II lantai 3 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta Pusat. dengan Tema “ Peningkatan Inovasi Produk Nasional untuk Pemilu Elektronik ”. dengan menghadirkan Keynote Speaker: 1. Menteri Riset dan Teknologi Suharna Supranata 2. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi 3. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary Yang dimoderatori Edmon Makarim dari Universitas Indonesia serta tamu undangan Se-Indonesia dari Komisi pemilihan umum, Dinas Komunikasi dan Informasi, baik dari Provinsi maupun daerah, serta tamu undangan lainnya. Pada dialog ini dibagi menjasi dua sesi; Sesi pertama membahas Kebijakan Penyelenggaraan Pemilu elektronik serta diskusi dan Tanya jawab. Dengan menghadirkan Narasumber dari: 1. DPR Komisi II, Wakil Ketua I membahas Pemilu Elektronik sebagai sarana perbaikan pelaksanaan demokrasi Pancasila. 2. Menteri Dalam Negeri – Ditjen Otda membahas Payung Hukum penyelenggaraan pemilu elektronik di Indonesia 3. Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ketua. Membahas Inovasi dalam penyelenggaraan pemilu Indonesia 4. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Ketua. Membahas Inovasi dalam Pengawasan asas luber dan jurdil pada penyelenggaraan pemilu Indonesia 5. Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua. Membahas Langkah Operasional yang diperlukan sebagai tindak lanjut Putusan MK terkait penyelenggaraan e-voting pada pemilu. Sesi kedua membahas Teknologi dan Pengalaman serta diskusi dan Tanya jawab. Dengan menghadirkan Narasumber dari.:1. BPPT, Kepala. Membahas Standarisasi dan Audit teknologi e-voting 2. Kementerian Dalam Negeri-Ditjen Dukcapil. Membahas Pemanfaatan SIAK dan e-KTP dalam mendukung pemilu elektronik (e-voting) 3. Kementerian Riset dan Teknologi membahas. Potensi dan kesiapan teknologi nasional pendukung pelaksanaan pemilu elektronik 4. Kementerian Perindustrian membahas. TKDN dan kesiapan industri dalam mendukung pelaksanaan pemilu elektronik 5. Kementerian Komunikasi dan Informatika membahas. Infrastuktur TIK Nasional dalam mendukung pelaksanaan pemilu elektronik 6. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Kepala. Membahas Persyaratan keamanan (Security) dalam pemilu elektronik/e-voting. 7. KPU Kota Bengkulu membahas. Pelaksanaan e-Counting dalam pemilihan Walikota Bengkulu. Dialog Nasional “Menuju Pemilu Elektronik di Indonesia” ini membahas tentang peningkatan kualitas sistem teknologi informasi dengan membahas beberapa bidang yang meliputi : 1. Kebijakan dan Pengawasan ◦ Grand design pemanfaatan pemilu elektronik untuk pemilu di Indonesia ◦ Aturan dan regulasi untuk pemanfaatan pemilu elektronik pada pemilu ◦ Pemanfaatan SIAK dan e-KTP dalam pemilu elektronik pada pemilu ◦ Asas luber dan jurdil pada pemilu yang memanfaatkan pemilu elektronik ◦ Penyelesaian masalah pada pemilu yang memanfaatkan pemilu elektronik ◦ Potensi kecurangan pemilu: cara konvensional vs pemilu elektronik 2. Teknologi dan Pengalaman ◦ Kesiapan infrastruktur untuk mendukung sistem pemilu elektronik ◦ Teknologi hardware dan software untuk sistem pemilu elektronik ◦ Teknologi keamanan untuk sistem pemilu elektronik ◦ Kelemahan pemilu dengan cara konvensional dan solusi dengan pemilu elektronik ◦ Keberhasilan pelaksanaan Pemilu elektronik untuk pilkadus di Jembrana ◦ Pembiayaan kegiatan pemilu elektronik Kegiatan tersebut dilaksanakan guna meningkatkan inovasi produk nasional untuk diterapkan dikegiatan pemilu di Indonesia dengan komponen utama dan pendukungnya yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sedangkan pameran pemilu elektronik ini, diharapkan dapat memberikan gambaran kepada seluruh peserta dialog , untuk melihat beberapa perangkat yang mendukung pemilu elektronik dan pengalaman baik seputar penyelenggaraan pemilukada dari beberapa Daerah, Perusahaan dan Organisasi yang telah terjun langsung pada kegiatan pemilu elektronik baik di Indonesia maupun di Luar Negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu badan usaha dan badan publik dalam menghasilkan produk nasional yang inovatif dalam menunjang pelaksanaan pemilu yang demokratis di Indonesia. (admin_AN) |

















