KPU Kabupaten Bogor - Komisi Pemilihan Umum

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

HOME arrow BERITA arrow panja mafia pemilu
panja mafia pemilu Cetak
Selasa, 28 Juni 2011

Panja Mafia Pemilu Terima Laporan Daerah

 

JAKARTA--MICOM: Wakil ketua Komisi II dari Fraksi PDIP, Ganjar Pranowo menjelaskan, saat panja mulai membuka kasus pemalsuan surat MK, giliran daerah-daerah mulai berani melaporkan kasus yang sama ke Panja Mafia pemilu. Saat ini, dirinya didatangi oleh bebrapa orang dari Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Wakatobi untuk melaporkan kasus pemalsuan surat keputusan MK.

"Saya dapat laporan dari tiga daerah, Jawa Timur, Sumetera Selatan dan Wakatobi bahwa ada modus pemalsuan yang sama. Tapi kami tidak sepenuhnya mengamini dulu laporan tersebut sebab kami juga hasu menganalisa kebenaran laporan tersebut," ujarnya sambil menerangkan dirinya belum mengkaji secara detail laporan tersebut, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/6).

Menurutnya, keberanian DPR menggelar Panja Mafia Pemilu memberi pencerahan pada publik bahwa ternyata lembaga-lembaga independen di Indonesia memiliki modus permainan seperti mafia. Rakyat akhirnya menjadi cerdas.

Sementara, anggota Panja Mafia Pemilu Abdul Malik Haramain menjelaskan, Panja Mafia Pemilu akan memanggil mantan hakim Mahkamah Konstitusi Arsyad Sanusi dan anaknya Nesyawati, Selasa (28/6). Ia menyatakan, pemanggilan Arsyad dan Nesyawati tersebut didasarkan pada keterangan Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar yang sudah dipanggil oleh Panja Mafia Pemilu pekan lalu.

"Panja Mafia Pemilu akan minta konfirmasi kepada Arsyad dan Nesyawati tentang beberapa data sebagaimana yang disampaikan Janedjri yang dibenarkan oleh Ketua MK Mahfud MD bahwa Arsyad membuat surat palsu yang dibuat dirumahnya, apa benar dia terlibat dalam merancang surat itu, dan apa benar ada Dewi Yasin Limpo. Ada hubungan apa antara Dewi Yasin Limpo dengan Arsyad?" kata Malik.

Sementara itu, Panja Mafia Pemilu juga telah menjadwalkan pemanggilan terhadap politisi Hanura Dewi Yasin Limpo. Selanjutnyan Panja Mafia Pemilu akan memanggil mantan panitera MK Zaenal Arifin Hoesein, Mashuri Hasan (yang memberikan surat MK kepada Andi Nurpati), Nalom Kurniawan dan Faiz yang merencanakan pembuatan surat palsu.

Dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panja Mafia Pemilu juga akan memanggil Aryo dan Maknur yang merupakan supir dan staf mantan anggota KPU Andi Nurpati.

(Sumber: mediaindonesia.com)