Berita

Fenomena Kesukarelaan Politik Warga (Political Voluntarism) dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor



fgd 2

Cibinong,- Dalam pelaksanaan FGD  Riset Kesukarelaan Politik Warga (Political Voluntarism) dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor yang diselenggarakan Rabu, 8  Juli 2015 terdapat beberapa hal yang menarik untuk dicermati.

Sebagai gambaran umum, pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD 2014 di Kabupaten Bogor  menghasilkan partisipasi pemilih sebesar 74,94%. Perolehan kursi Parpol dalam pada Pemilu Anggota DPRD tahun 2014 di Kabupaten Bogor adalah : Partai Golkar 9 kursi (18%), PPP 7 kursi (14%), PDI Perjuangan 7 kursi (14%), Partai Gerindra 6 kursi (12%), PKS 5 kursi (10%), Partai Demokrat 4 kursi (8%), PAN 3 kursi (6%), Partai Nasdem 3 kursi (6%) dan Partai Hanura 3 kursi (6%).

Sementara itu, Pemilu Presiden dan wakil Presiden 2014 di Kabupaten Bogor menghasilkan partisipasi pemilih sebesar 76,15%, meningkat 1,21% dibanding Pileg 2014. Pilpres 2014 yang diikuti oleh dua pasangan calon perolehan suaranya adalah sebagai berikut : Pasangan H. Prabowo Subianto – Ir H.M Hatta Rajasa sebesar 1.636.134 suara (65,73%) dan Pasangan Ir. H. Joko Widodo – Drs. H.M Jusuf Kalla sebesar 852.888 suara (34,27%).

Kendati dukungan politik Parpol yang besar ada pada Pasangan H. Prabowo Subianto – Ir H.M Hatta Rajasa, akan tetapi ternyata yang memenangkan Pilpres 2014 adalah Pasangan Ir. H. Joko Widodo – Drs. H.M Jusuf Kalla. Hasil Pilpres 2014 tingkat nasional adalah : H. Prabowo Subianto – Ir H.M Hatta Rajasa 62.576.444 suara (46,85%), sedangkan  Ir. H. Joko Widodo – Drs. H.M Jusuf Kalla 70.997.833 suara (53,15%).

Menariknya, dalam Pilpres 2014 adalah munculnya kesukarelaan politik warga (political voluntarism) yang ditandai dengan terbentuknya relawan politik (political volunteer) untuk memobilisasi  dukungan elektoral bagi masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden. Kesukarelaan politik warga (political voluntarism) ini menunjukan tindakan sadar/sukarela (tahu dan mau) dan aktif seseorang dan/atau sekolompok orang untuk terlibat dalam politik : dalam rangka memperjuangkan pasangan calonnya untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Relawan ini terpolarisasi dalam dua kubu, yaitu kubu Prabowo  dan kubu Jokowi. Dimana keduanya berkompetisi untuk menjalankan strategi pemenangan bagi pasangan yang didukungnya. Terdapat beberapa faktor pengaruh munculnya kesukarelaan politik menurut peserta diskusi, diantaranya :  pengaruh media (cetak/elektronik), kekerabatan/kedekatan, ketokohan/figur calon, keingintahuan rakyat, kesadaran masyarakat, dan  sosialisasi calon yang intensif.

Faktor pendorongnya adalah : media massa yang secara intensif mencitrakan figur calon  dan pendidikan politik masyarakat oleh KPU, Perguruan Tinggi dan LSM. Sedangkan faktor penghambat munculnya kesukarelaan politik menurut peserta diskusi, diantaranya : sulitnya akses terhadap media dan informasi di wilayah terpencil, maraknya politik uang, lemahnya SDM, tingkat kepercayaan masyarakat, dan kurangnya pembinaan masyarakat.

Sebagai rencana tindaknya (Action Plan) KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus meningkatkan sosialiasi tentang Caleg / Capres dan Cawapres, menekan munculnya politik uang, seleksi ditingkat  Parpol untuk memilih Caleg/Capres dan Cawapres yang lebih baik (dikenal masyarakat),  dan adanya tingkat intensitas  pendidikan politik yang lebih tinggi.

Diharapkan dengan munculnya relawan dari berbagai kalangan memperkuat tatanan demokrasi d Kabupaten Bogor, khususnya partisipasi aktif  masyarakat dalam Pemilu mendatang, baik nasional maupun lokal. (Rd-hupmas)  

fgd 3fgd 4


FGD Riset Kesukarelaan Politik Warga (Political Voluntarism) dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor



foto FGD 1

Cibinong,- Rabu, 8  Juli 2015, Jam 16.00 -17.45 WIB  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten  Bogor menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah (Focused Group Discusion)  untuk mengumpulkan data dalam rangka pelaksanaan Riset Kesukarelaan Politik Warga (Political Voluntarism) dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Partai Politik Peserta Pemilu 2014 tingkat Kabupaten Bogor, Mantan Panwaslu Kabupaten Bogor, Mantan PPK, perwakilan Pers, Akademisi (Dekan FISIP UNIDA),  GOW, dan KNPI Kabupaten Bogor.

Acara dibuka langsung oleh  Ketua KPU Kabupaten Bogor H. Haryanto Surbakti, SH, dilanjutkan pemaparan masalah penelitian oleh Konsultan Riset Drs. Gotfridus Goris Seran, M.Si yang mencakup faktor pengaruh, faktor pendorong , dan faktor penghambat munculnya  kesukarelaan politik warga, serta rencana tindakan (action plan)/ kebijakan apa saja yang dapat ditempuh  untuk menumbuhkan dan memperkuat berkembangnya kesukarelaan politik warga.  Selanjutnya peserta FGD dminta untuk mengiventarisir permasalahan di atas, mengungkapkan secara bergantian dan  mendiskusikannya bersama. Acarapun  ditutup dengan  buka puasa bersama.

Diharapkan hasil penelitian ini berguna untuk perumusan kebijakan KPU untuk memperkuat berkembangnya kesukarelaan politik warga, khususnya meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu mendatang. (Rd-hupmas)


DISKUSI PUBLIK REVIEW UNDANG-UNDANG PILKADA



IMG 1010Cibinong,- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Rabu, 10 Juni 2015 menggelar Diskusi Publik Review Undang-Undang PILKADA : Menyoal Implementasi dan Potensi Masalahnya di Aula KPU Kabupaten Bogor.  Tampil sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP., M.Si (Komisioner KPU RI), Titi Anggraini (Direktur Eksekutif Perludem), dan H.  Ade Ruhandi, SE (Ketua DPRD Kabupaten Bogor) sedangkan  moderatornya  adalah Erik Fitriadi, SH (Komisioner KPU Kabupaten Bogor). Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Partai Politik , unsur pemerintah daerah, LSM, dan Organisasi Kepemudaan/Kemahasiswaan  di Kabupaten Bogor.

Selengkapnya...

Untuk Pemantauan Pilkada, KPU Bentuk P5



ok 031Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membentuk Pusat Pemantauan dan Pengendalian Penyelenggaraan Pemilihan (P5) untuk kegiatan supervisi perkembangan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015, Senin (6/7).

“Kami secara intensif melakukan monitoring melalui Pusat Pemantauan dan Pengendalian Penyelenggaraan Pemilihan atau P5. Dengan P5 inilah per hari kami memantau dan supervisi kepada seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada tahun 2015,” ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik.

Selengkapnya...

Progres Pilkada, KPU Masih Lakukan Verifikasi Admin Balon Perseorangan



diskusi1Jakarta, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengungkapkan bahwa sekarang ini KPU sedang melakukan verifikasi administrasi dan faktual untuk calon perseorangan dalam Pilkada serentah tahun 2015, hal ini perlu dilakukan agar menghasilkan calon perseorangan yang terjamin sesuai dengan ketentuan, Selasa (30/6).

"Jadi calon perseorangan harus dicek kebenarannya, dan ini menjadi penting untuk dikawal bersama untuk dapat menghasilkan calon yang kredibel." ujar Ferry dalam diskusi pers dengan tema Persiapan Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota di Media Center KPU RI.

Selengkapnya...

KPU Kabupaten Bogor

Jl. Tegar Beriman No. 35 Cibinong, Bogor
Telpon. 021-87901547, Fax. 021-87901548
Website: www.kpud-bogorkab.go.id

Media Center